Cara Budidaya Jamur Tiram Sebagai Usaha Rumahan

Tips dan cara budidaya jamur tiram – Jamur tiram akhir-akhir ini menjadi salah satu makanan yang disukai oleh masyarakat. Hal tersebut tentunya tak terlepas karena rasanya yang cukup nikmat dan kandungan gizinya. Selain itu kini jamur tiram bisa diolah menjadi berbagai jenis masakan hingga olahan makanan ringan.

Jika diamati peluang bisnis budidaya jamur tiram ini bisa sangat menjanjikan bagi anda yang ingin membangun bisnis UKM rumahan. Mengingat pangsa pasar peminat jamur tiram saat ini semakin meningkat. Meski demikian, dalam memulai bisnis apapun ada baiknya anda mengetahui seluk-beluknya termasuk cara budidaya jamur tiram ini.

Cara Budidaya Jamur Tiram

Tips cara budidaya jamur tiram

Mungkin sebagian orang sudah mahir mereka menyatakan bahwa budidaya jamur ini cukup sederhana. Akan tetapi jika anda belum mengetahui caranya, maka anda akan mendapatkan berbagai kesulitan dan harus mencari solusinya.

Bagaimana langkah awal membudidayakan jamur tiram?

Bagaimanapun juga, anda perlu mengetahui langkah awal yang harus ditempuh dalam budidaya jamur tiram. Hal tersebut nantinya akan membantu anda mempermudah menerapkanĀ  langkah berikutnya dalam pembudidayaan jamur tiram.

1. Menentukan Jenis Jamur Tiram yang Dibudidayakan

Salah satu hal penting dalam membudidayakan jamur ini adalah anda perlu memahami dan mengetahui jenis-jenis jamur tiram yang bisa dibudidayakan. Anda bisa mencari tahu jenis jamur tiram dengan membaca terlebih dahulu di internet/buku kemudian memastikannya di tempat anda mencari bibit jamur.

2. Memiulih Bibit Jamur Tiram

Membudidayakan jamur tiram ini juga bisa dikatakan tergantung pada bibit jamur yang akan anda budidayakan. Dengan demikian, anda juga perlu memilih bibit jamur yang berkualitas. Dalam pemilihan bibit jamur ini, bisa dikatakan lebih susah karena anda tidak bisa asal-asalan dalam memilih jamur. Bibit yang dipilih secara asal-asalan dalam bisnis budidaya jamur tiram bisa berdampak kegagalan panen sehingga anda akan merugi.

Oleh karena itu, dalam membudidayakan jamur tiram agar anda tidak mengalami kegagalan, anda bisa membuat bibit murni. Selain itu anda juga bisa membeli bibit yang berkualitas ke petani jamur atau intansi penyedia bibit jamur yang sudah dikenal kualitasnya.

3. Menyiapkan Ruang Budidaya

Setelah itu, anda juga bisa mempersiapkan kumbung atau rumah jamur agar anda lebih mudah dalam merawat jamur-jamur anda. Kumbung ini biasanya berupa sebuah bangunan yang diisikan baglog jamur. Hal yang wajib didalam kumbung adalah kelembaban didalam ruangan.

4. Menyiapkan Media Tanam Jamur Tiram

Setelah menyiapkan kumbung, dalam budidaya jamur tiram anda juga perlu menyiapkan baglog atau media tanam tempat meletakkan bibit jamur tiram. Biasanya, para petani jamur menyiapkan baglog-baglog ini sendiri dengan media serbuk gergaji dan dibungkus silinder dan salah satu ujungnya diberi lubang. Akan tetapi, jika anda masih pemula, anda tidak perlu risau karena anda bisa membeli baglog ini di pembudidaya jamur tiram lain. Setelah anda mendapatkan baglog, anda juga perlu merawat baglog dengan baik seperti menyusun baglog dalam rak dan diletakan secara vertikal atau horizontal.

Bagaimana panen panen jamur tiram hasil budidaya?

Sebelum melakukan panen, dalam 1-2 minggu anda perlu membuka penutup baglog yang menggunakan miselium agar jamur-jamur bisa keluar dari lubang yang anda buka. Dengan demikian, jamur tiram bisa dilakukan kurang dari satu bulan setelah pemasangan baglog didalam kumbung sebagai tempat budidaya tadi. Selain itu, jika anda melakukan perawatan jamur ini dengan baik, anda juga bisa melakukan panen hingga 5-8 kali sehingga anda akan mendapatkan keuntungan yang lebih.

Untuk pemanenan, anda bisa melakukannya saat jamur tiram tersebut mulai mekar dan membesar dan saat ujung-ujung jamur tersebut telah nampak runcing. Dalam budidaya jamur tiram, anda juga perlu memperhatikan masa panen karena hal ini akan mempengaruhi hasil panen anda. Hal itu tentunya untuk menghindari jamur tiram anda keburu layu yang berubah warna agak kuning kecoklatan dan tudungnya pecah saat anda melewatkan masa panen walau hanya setengah hari saja.

loading...
loading...